17 Mar 2011

Cabang-cabang Ilmu Bunyi



Ilmu Aswat (Ilmu Bunyi) dan sering juga disebut dengan Fonologi termasuk cabang ilmu baru dalam Bahasa Arab. Ilmu ini lahir dari hasil adaptasi terhadap Ilmu Tajwid atau ilmu yang mempelajari cara-cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Poinnya disini adalah; Bangsa Arab mulai mengenal ilmu bunyi setelah turunnya Al-Qur’an.

Secara garis besar, fonologi dalam Bahasa Arab menganalisa lingkup-lingkup bunyi sebagai berikut :

1. Klasifikasi bunyi dalam Bahasa Arab. Mencakup beragam dialek dalam Bahasa Arab.
2.  Vokal dan Konsonan dalam Bahasa Arab.
3. Ungkapan-ungkapan singkat dalam percakapan.
4. Indikator-indikator pembentuk sebuah bunyi.
5. Intonasi dan Stressing.

Adapun permasalahan-permasalahan yang sering dihadapi oleh peneliti bunyi bahasa, diantaranya :
Bahasa Arab yang mana yang menjedi objek penelitian? Karena, seringkali dialek-dialek yang sangat mirip dalam klasifikasi bahasa Arab yang sangat banyak jumlahnya, membingungkan seorang peneliti.
Metode apa yang digunakan dalam meneliti bunyi. Terdapat dua metode yang populer dan sering digunakan dalam penelitian bunyi. Yaitu metode klasik dan metode modern. Sebelum memilih salah satu diantara kedua metode tersebut, seorang peneliti harus meninjau terlebih dahulu kecendrungan masyarakat dan lingkungan dimana bahasa itu tumbuh dan berkembang.

Fonologi belakangan berubah status menjadi cabang dari linguistik. Sementara itu, fonologi sendiri mempunyai cabang-cabang ilmu di bawahnya, yaitu:

Pertama, Ilmu Bunyi Fisiologi (Ilmu Aswat An-Nutqi). Yaitu ilmu bunyi yang fokus membahas seputar alat ucap (pita suara, lidah, tenggorokan, bibir, gusi, langit-langit, mulut, dan lain-lain). Masing-masing suara dihasilkan dari gesekan alat-alat ucap tersebut. Bagaimana cara membunyikan huruf tertentu? Dan bagaimana cara keluarnya angin melalui alat suara?

Fisiologi secara umum merupakan cabang dari Biologi yang membahas tentang fungsi-fungsi organ tubuh. Namun, ilmu binyi fisiologi disini khusus membahas tentang organ tubuh yang menghasilkan suara (alat ucap). Cabang dari fonologi inilah yang menjadi fokus kajian kita dalam perkuliahan ini...

Kedua, Ilmu Bunyi Akustik (Ilmu Awsat Akustiky). Ilmu bunyi akustik adalah ilmu bunyi yang mengkaji tekanan suara, kecepatan suara atau tinggi rendahnya frekuensi suara saat berada di udara. Ilmu bunyi ini erat sekali kaitannya dengan fisika.

Ketiga, Ilmu Bunyi Sam’i. Bila suara sudah sampai ke alat dengar. Maka, berarti suara tersebut sudah memasuki wilayah ilmu bunyi sam’i. Ya, ilmu bunyi ini mempelajari segala hal tertang suara ketika sampai di indra pendengaran. Ilmu bunyi ini meneliti suara-suara yang bisa ditangkap hingga suara-suara yang tidak dapat dijangkau oleh indra pendengaran. Salah satu hasil penelitian dari ilmu bunyi sam’i ini, berupa penemuan alat bantu dengar.

7 komentar:

  1. baru tahu ane,klu ada waktu kunjungi blog ane ya

    BalasHapus
  2. Saya juga baru belajar disini :-)

    BalasHapus
  3. aku juga mau belajar seperti itu...ajarin yah...
    sobat, aku mampir untuk follow balik, makasih yah sebelumnya sudah follow...

    BalasHapus
  4. belajar bahasa arab lebih sulit dari bahasa inggris ya mas fahrie

    BalasHapus
  5. Fadly :: Terimakasih juga :-)

    Nitnot :: Gak kok, bahasa arab lebih mudah. kan sudah familiar sejak kecil dengan baca Al-Qur'an, hehe

    Mbak Fanny :: Kabar baik Mbak.. Seneng dah dikunjungi :-)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About Me

Foto saya
Semua tentang sadah, hanya ingin berbagi pada dunia tetangga, apasaja yang dirasa di dunianya, dunia sadah..

RSS Subscribe

Fans Club

SEBUAH CATATAN SELAMA KULIAH... Khartoum Institute for Arabic Language(KIFAL)-SUDAN “Ilmu ibarat hewan buruan, dan tulisan adalah alat untuk memburunya. Maka, ikatlah hewan buruanmu dengan tali yang kuat.. (IMAM SYAFI'I RA)