9 Feb 2012

Bahasa Bukan Insting


“Bahasa Adalah simbol bunyi yang menggambarkan pesan dan keinginan setiap kaum terhadap kaum yang lain (Ibnu Jinni)”.

Sumber Gambar
Dalam kajian linguistik ditekankan bahwa bahasa itu bukanlah insting (ghair gharizi). Bahasa tidak dapat diperoleh dengan sendirinya tanpa ada proses pembelajaran. Bahasa tidak sama dengan perasaan marah, kesal, takut atau senang yang datang sendiri. Media komunikasi antara binatang yang mengandalkan insting takut, kasih sayang atau insting yang terasah karena tuntutan biologis seperti lapar, dan hasrat berkembang biak tidak termasuk kategori bahasa.


Jadi, symbol bunyi yang dikeluarkan sesama binatang, yang berlandaskan insting tidaklah dinamakan bahasa dalam lingkup kajian ilmu bahasa, karena tidak mewakili keinginan-keinginan diluar insting dan kebutuhan biologis.

Pemerolehan bahasa itu sendiri melalui dua cara. Ada bahasa yang diperoleh pertama sekali, lewat bimbingan orang tua, yang dikenal dengan istilah Bahasa Ibu (iktisab lughah). Ada juga bahasa yang diperoleh dengan cara mempelajarinya di sekolah atau lembaga-lembaga tertentu, yang sering disebut Bahasa kedua (ta’lim allughah). 

Tapi, kalau bahasa binatang itu terucap dari mulut manusia, dipahami manusia lain, dan menyisyaratkan makna tertentu, maka itu bisa disebut sebagai bahasa. 

"Kukuruyuuuuuuuuuuuk…!!"

21 komentar:

  1. iktisab lughah "Kukuruyuuuuuuuuuuuk…!!"--Laperrrr... #kabur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketahuan.. kalau laper suka kukuruyuk ya?.. hehe

      Hapus
  2. Saleum,
    Nyan ka bahsa manok teuma, hahaha.... seubab bahsa nyan leubeh dineuturi oleh geutanyoe neu jit tanda watee ka beungoh.
    saleum...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lawetnyoe manok2 ka teulat jaga,,^^

      Hapus
  3. kukuruyuk artinya ayo bangun, udah pagi. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayam sekarang sudah gak bisa dipercaya lagi ^^

      Hapus
  4. Kukuruyuk.... saja !

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    BalasHapus
  5. prok..prok...makash postingannya yg bermanfaat...:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau bermanfaat :-)

      Hapus
  6. bahasa itu berarti bisa di mengerti antara makhluk ya, begitu sob ? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya karena bahasa untuk berkomunikasi ^^

      Hapus
  7. bahasa.....
    bukan hanya sekedar kata...
    Bukan hanya sekedar berkata..

    tapi bahasa adalah...
    *bingung mau nglanjutin... * hehe...
    laghi bad mood... *

    salam, sukses aja.. ^_^

    BalasHapus
  8. catatan yang menggugah mas.. sanagat inspiratif...
    salam bahagia dan follow juga ya
    Revolusi galau

    BalasHapus
  9. kunjungan sob ..
    salam sukses selalu ..:)

    BalasHapus
  10. pertama hadir disini , bagus artikel bahsanya persi dalam buku yg pernah ku baca

    BalasHapus
  11. kunjungan gan .,.
    bagi" motivasi .,.
    jangan pernah mengeluh dengan apapun .,.
    tetaplah semangat dan nikmati semua.,.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.

    BalasHapus
  12. Bukti hewan memiliki bahasa:

    QS. An-Naml [27] : ayat 18
    [27:18] Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";

    QS. An-Naml [27] : ayat 22
    [27:22] Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.

    Walaupun hanya nabi Sulaiman yang mengerti bahasa binatang, tetapi hal itu merupakan bukti bahwa binatang memiliki bahasa, bukanlah insting. Mungkin saja 20-50 tahun lagi kita bisa memiliki program untuk menerjemahkan bahasa binatang.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About Me

Foto saya
Semua tentang sadah, hanya ingin berbagi pada dunia tetangga, apasaja yang dirasa di dunianya, dunia sadah..

RSS Subscribe

Fans Club

SEBUAH CATATAN SELAMA KULIAH... Khartoum Institute for Arabic Language(KIFAL)-SUDAN “Ilmu ibarat hewan buruan, dan tulisan adalah alat untuk memburunya. Maka, ikatlah hewan buruanmu dengan tali yang kuat.. (IMAM SYAFI'I RA)